Seks Berinternet

Cybersex merupakan fenomena seksual yang tumbuh melalui kemudahan akses internet. Melalui akses cybersex, seseorang dapat “menikmati” tubuh wanita tanpa perlu menggunakan jasa prostitusi. Young (2000) menyatakan bahwa wanita lebih suka cybersex karena itu menghilangkan stigma sosial bahwa wanita tidak seharusnya menikmati sex dan memungkinkan mereka menggunakan cara yang aman untuk mengkonsentrasikan pada seksualitas mereka dengan cara baru, tanpa hambatan. Pria lebih suka cybersex karena itu menghilangkan kecemasan kinerja yang mungkin mendasari masalah dengan ejakulasi dini atau impotensi.

Walau demikian, hal tersebut bukan tidak mungkin tak berdampak pada individu tersebut. Dampak yang timbul, bisa saja individu tersebut kehilangan minat terhadap lawan jenisnya secara langsung, karena sudah terlanjur menyukai kegiatan berselancar di internet. Hal ini juga dapat membuat ketergantungan atau kecanduan yang berdampak pula dengan kesehatan.

Griffiths, M. (2001). Sex on the internet: Observations and implications for internet sex addiction. Journal of Sex Research. Vol. 38, Number 4, November 2001: pp. 333-342.

Iklan

Jodoh Online

Pasangan, satu kata yang membuat setiap orang yang mendengar kata tersebut tersentak. Bagaimana tidak, sebagaian dari kita pasti menginginkan seseorang agar menjadi pasangan kita. Tetapi tidak semua orang bisa langsung mendapatkan pasangan. Hal ini yang membuat sebagian perusahaan berlomba mebuat aplikasi atau situs kencan online atau bahkan sekedar mencari seorang teman berbicara. Salah satu yang terkenal di Indonesia ialah Tinder. Aplikasi yang satu ini sudah sering digunakan orang untuk mencari peruntungan dalam hal asmara. Tak terkecuali membuat saya juga mencoba aplikasi tersebut, tak banyak yang special dalam aplikasi tersebut. Sebagian match dengan yang saya cari dan terkadang juga tidak. Akun yang match tersebut biasanya akan memulai chat. Ada beberapa yang memulai chat, sejujurnya saya tidak memulai chat. Tetapi pasti saya akan membalas chat yang masuk.

Singkat cerita ada beberapa orang yang mengajak bertemu secara langsung, tetapi hanya satu yang saya setujui untuk bertemu. Hari berjalan, dan mulailah menjalin hubungan, tetapi memang rasanya ada yang berbeda ketika kita memulai hubungan dengan seseorang yang baru kita kenal dengan seseorang yang sudah berteman lama dengan kita lalu mulai menjalin hubungan. Karena terkadang bertemu seseorang yang baru dan belum terlalu lama untuk saling mengenal, sedikit membuat saya merasa perbedaan dalam hubungan tersebut. Memang tidak ada yang salah dengan pasangan Tinder saya, dia baik dan memang mengajak serius. Tetapi lambat laun saya menyadari bahwa ada hal tertentu yang sulit untuk diceritakan dalam situasi ini. Hubungan ini hanya bertahan dua bulan dengan perbincangan Panjang untuk mengakhirinya.

 

Cyber Cheating dan Flirting

Cyber cheating adalah ketika pasangan Anda, atau diri Anda sendiri, mengambil bagian dalam kegiatan yang menghasilkan hubungan emosional atau seksual dengan seseorang di luar hubungan monogami Anda. Masalah cyber cheating adalah bahwa sebenarnya ada sekitar 60% orang yang tidak merasa interaksi virtual ini curang; mereka sangat yakin dan merasa bahwa mereka berkomitmen untuk hubungan pribadi mereka. Pada dasarnya jika Anda berbincang dengan anggota lawan jenis secara rutin di belakang pasangan Anda, dan Anda tahu mereka tidak akan baik-baik saja dengan ini, maka kenyataannya adalah Anda sangat mungkin mengambil bagian dalam cyber cheating.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk contoh cyber cheating ini sendiri ialah apabila individu sudah membina hubungan dengan kekasihnya atau bahkan suami/istri sah mereka, tetapi diam-diam membuat chat room dengan lawan jenis yang lain, diluar hubungan awal dengan arah perbincangan yang inti ini terlebih dilakukan dalam jangka waktu lama dan tanpa merasa bersalah sehingga bila hanya dengan dipikirkan saja hal tersebut akan membuat salah satu pihak dirugikan atau terluka. Maka hal tersebut dapat disebut berselingkuh.

Sumber :

http://happilyblended.com/2016/06/cyber-cheating/

Cyber Flirting ialah seseorang yang akan menggoda atau provokatif terhadap Anda melalui teks, situs jejaring sosial, email, dll. Tetapi akan menghindari berbicara dengan Anda secara langsung. Tatapan dan kilatan alis mata tidak mudah direplikasi secara online. Menggoda secara langsung bisa berbentuk mengedipkan mata atau mengangkat alis serta tersenyum, tetapi bila dilakukan secara online ada beberapa alternatif untuk isyarat non-verbal ini. Misalnya, emotikon, yang mana gambar yang dibuat dari simbol tata bahasa, mungkin menjadi alternatif yang bermanfaat. Kita bisa gunakan ekspresi wajah seperti wajah tersenyum, mengedipkan mata dan ciuman sebagai pengganti tubuh bahasa. Selain itu, daripada menggunakan tawa dan cekik yang dapat didengar, individu dapat menggunakannya akronim, seperti LOL (tertawa keras atau banyak tertawa).  ‘Display name’ yang menggoda adalah cara lain yang dapat menambah perilaku flirting online mereka (Whitty, 2003, Whitty & Carr, 2003 untuk diskusi yang lebih rinci tentang cyber-flirting).

Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, contoh yang bisa saya berikan seperti seseorang laki-laki yang bermain Facebook meninggalkan komentar dikolom komentar foto seorang gadis cantic, komen tersebut disertai dengan emoticon berkedip atau kecup (lebih parah jika dalam posisi kedua belah pihak tidak mengenal).

Sumber :

Whitty, M.T. (2004). Cyber-flirting: An examination of men’s and women’s flirting behaviour both offline and on the Internet. Behaviour Change, 21(2), 115-126.

https://www.urbandictionary.com/define.php?term=Cyber%20Flirt

 

Tes Psikologi Online

Tes psikologi adalah suatu teknik yang terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan suatu contoh perilaku terpilih, merupakan serangkaian kegiatan pengukuran untuk mendeskripsikan seseorang baik kemampuan (ability), kepribadian dan tes prestasi. tes psikologi online diselenggarakan secara online melalu internet.

Jenis-jenis tes psikologi :

Berdasarkan atas banyaknya tes, dibedakan menjadi;

a.    Tes individual (individual test), maksudnya adalah pada suatu waktu tertentu tester hanya menghadapi satu testee, contohnya tes kepribadian Rorschach, TAT (Thematic Ap perception Test), tes int eligensi WAIS (Wechsler Adult Intellegence Scale), tes inteligensi Stanford Binet, dan lain-lain.

b.    Tes kelompok (Group test), maksudnya adalah pada suatu waktu tertentu tester menghadapi sekelompok testee, contohnya tes inteligensi  SPM (Standart Progressive Matrices), tes inteligensi APM (Advance Progressive Matrices) tes Krae- pelin, dan lain-lain.

Berdasarkan aspek yang diukur, tes dibedakan menjadi;

a. Tes kecerdasan (tes inteligensi, general intelligence test)

b. Tes bakat (aptitude test)

c. Tes kepribadian (personality test)

d. Tes minat 

Saya mencoba tes psikologi online https://mbti.anthonykusuma.com/#kepribadian dan https://www.16personalities.com/

Hasil tes saya langsung keluar disaat selesai saya memilih semua pernyataan yang ada. Hal ini dapat mempersingkat waktu dibanding tes secara konvensional. Jika tes secara konvensional, kita harus menunggu lama untuk mengetahui hasil dari tes yang telah kita lakukan. Tetapi dilihat dari sisi keakuratan, menurut saya, kita tidak bisa menyama ratakan keakuratan dari hasil tes, karena dari dua tes kepribadian yang saya coba, saya memiliki hasil yang berbeda karena memang pernyataan dengan kalimat yang berbeda. Karena dari apa yang saya tahu, jika alat tes konvensional sebagian besar memakai alat tes yang sam dengan pernyataan yang sama pula. Jadi, kemungkinan hasil yang berubah-ubah juga kecil. Jika harus memilih, saya lebih memilih tes konvensional.

 Sumber :

Nur’aeni. (2012). Tes psikologi: tes intelegensi dan tes bakat. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto Press bekerja sama dengan Pustaka Pelajar.

 

 

INTERNET ADDICTIVE

Menurut Young (dalam Basri, 2014) kecanduan internet dapat diartikan sebagai sindrom yang ditandai oleh individu menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengkontrol penggunaannya saat online. Sedangkan David (dalam Mustafa, 2011) kecanduan internet merupakan kontrol impuls gangguan yang menyebabkan pengguna mengalami ketagihan yang menyebabkan pengguna sulit berhenti seperti judi patologis. Berdasarkan tokoh di atas kecanduan berinternet dapat pula disebut sebagai pengguna internet yang bisa menghabiskan waktu dalam rentang yang lama dan tidak dapat mengontrolnya.

Berita

Citizen6, Jakarta Mark Malkoff, seorang komedian dan pembuat film dari New York, memutuskan menghabiskan lima hari di kamar mandi yang kecil. Hal ini ia lakukan sebagai usahanya untuk sembuh dari kecanduan internet.

Sebagaimana banyak masyarakat New York lainnya, Mark menghabiskan sebagian besar waktunya untuk online, browsing, memeriksa Twitter dan Facebook tiap menit. Dia mengaku, kadang-kadang ia online sebelum tidur dan tertidur saat berselancar di dunia maya.

Saking parahnya, ia bahkan mengecek sosial media yang ia miliki saat sedang berkencan dengan istrinya. Dilansir dari Weirdlife, Selasa (15/09/2015), Mark memutuskan untuk melakukan sesuatu.

Menurutnya, kamar mandi adalah satu-satunya tempat ia bisa bebas berpikir dan jauh dari gangguan internet. Ia pun memutuskan untuk menghabiskan lima hari di kamar mandi. Mark membawa makanan, bantal, teh, dan segala hal yang ia butuhkan untuk tetap beraktifitas di kamar mandi tanpa harus terkoneksi dengan internet.

Untuk menghabiskan waktu, ia membaca peta, belajar merajut, menulis surat cinta, dan segala hal yang ia lakukan agar tidak bosan dan tak berpikir tentang internet. Nyatanya, hal tersebut cukup memberikan efek yang baik bagi Mark.

Mark merasa hidupnya lebih teratur tanpa perlu menyentuh ponsel atau membuka laptopnya terus menerus. Satu hal masalahnya adalah ia mesti berbagi kamar mandi yang cukup kecil saat istrinya menggunakan kamar mandi. (sul)

Sumber : 

Basri, S. H. (2014). Kecanduan Internet Addiction Disorder Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi ditinjau dari Religiositas. Jurnal Dakwah. Vol. XV. No. 2

Mustafa.(2011). Internet Addiction and Psychopatology. Tojet : The Turkish Online Journal of Educational Texhnology. Vol. 10.Issue 1.

https://www.liputan6.com/citizen6/read/2318293/kecanduan-internet-pria-ini-tinggal-di-kamar-mandi-selama-5-hari

Perilaku Prososial

1.      Apa itu perilaku prososial?

Perilaku prososial adalah berperilaku baik yang dilakukan seseorang, seperti menolong seseorang tanpa pamrih meski megeluarkan biaya dan tenaga lebih. Individu menolong orang lain karena besar empati yang dirasakan individu tersebut. Seseorang menolong orang lain terkadang karena memang merasa itu tanggung jawab mereka, tetapi ada juga yang menolong tanpa pamrih. Perilaku prososial dapat terbentuk dari lingkungan dan norma-norma yang ada disekitar individu. Perilaku prososial juga bisa didasari karena kepribadian individu tersebut, terbiasa bersikap altruism.

2.      Apakah perilaku prososial dapat dilakukan melalui internet?

Menurut saya, perilaku prososial dapat dilakukan melalu internet. Sebagai contoh :

  • Menolong orang lain dalam mengisi kuesioner online (biasanya google form), hal tersebut membantu seseorang yang menyebar kuesioner online tersebut dalam menyelesaikan tugasnya.
  • Membuat web atau blog tentang tanya jawab seputar kesehatan, seorang dokter akan menjawab pertanyaan masyarakat luas seputar kesehatan.
  • Beramal atau zakat secara online melalu e-payment di web resmi BAZNAS.

Psikologi Teknologi dan Internet

  1. Apa dampak psikologis dari seseorang yang menggunakan internet? Menurut saya  aspek psikologis seseorang yang menggunakan internet dalam hal positifnya :
  • Individu dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan dan membuat individu tersebut merasa senang karena dengan cepat menyelesaikan hambatan yang mereka hadapi dengan mencari jawaban di internet.
  • Segi komunikasi, individu lebih mudah melakukan obrolan secara online dengan kerabat jauh mereka melalui internet dan berhasil mengobati kerinduan individu tersebut.
  • Internet juga digunakan seseorang untuk mempromosikan bisnis mereka, sisi positif dari hal tersebut ialah bagaimana promosi secara online lebih cepat menyebar luas daripada promosi offline. Keuntunganpun menghampiri bisnis mereka karena adanya internet.
  • Sebagai saran belajar online, untuk menjawab kekhawatiran pelajar yang tidak bias membagi waktu antara sekolah dengan les atau bimbingan belajar di luar jam sekolah, ada solusi baru yang ditawarkan sebagian perusahaan edukasi untuk belajar atau les dari rumah, hanya dengan mendaftarkan diri disitus terkait. Efisien waktu untuk mendapatkan bimbingan belajar hanya dari rumah, tidak usah mengeluarkan banyak tenaga untuk berkendara keluar rumah.

Hal negatifnya :

  • Mudah dalam mendapatkan informasi, tetapi terkadang terlalu luas informasi yang muncul sehingga untuk sebagaian indvidu seperti anak-anak akan mendapatkan informasi yang seharusnya belum boleh untuk mereka ketahui. Seperti penggunaan Youtube yang berlebihan atau salah memasukan keyword dikolom pencarian, jika tidak diawasi dengan seksama maka akan memunculkan konten yang tidak patut dilihat anak-anak.
  • Kecanduan dalam hal menggunakan social media. Penggunaan internet yang sering dipakai oleh sebagian individu di jaman modern ini ialah social media, entah itu untuk keperluan chatting ataupun aplikasi berbagi foto, lokasi maupun pencarian pasangan. Hal ini dapat menyita waktu kita lebih banyak, karena biasanya saat seseorang menunggu di tempat umum, di dalam angkutan umum atau di kelas sekalipun, kita terkadang ingin memegang gadget kita hanya sekedar melihat-lihat aplikasi berbagi foto atau membalas chat.
  • Membuat aktfitas fisik berkurang (badan kurang bergerak), maraknya aplikasi yang sudah banyak memudahkan seseorang untuk belanja bahkan memesan makanan secara online, ternyata dapat berdampak negatif seperti individu jadi jarang keluar rumah atau pergi sendiri ke tempat yang dituju. Hal tersebut bias saja membantu tubuh seseorang agar sedikit berolahraga, tetapi dengan kemudahan yang ditawarkan membuat individu dijaman modern ini jarang menggerakan tubuh mereka agar fit.
  1. Mengapa ada seseorang yang tidak memakai identitas asli untuk social media mereka?
  • Menurut saya, ada sebagian individu yang menjaga sekali identitas asli mereka tetapi tidak mau juga dibilang ketinggalan jaman. Identitas asli seperti halnya penulisan nama disebuah aplikasi, bisa saja disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, terlebih apabila aplikasi tersebut mengharuskan pengguna memasukkan tanggal lahir dan lokasi individu tersebut berada. Hal ini makin membuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab menjalankan aksi curang mereka.
  • Hal lainnya mungkin ingin terlihat berbeda dengan orang lain. Individu tersebut ingin diingat dan terlihat menonjol, jadi mereka berpikir untuk menuliskan identitas mereka dengan nama yang unik atau malah terlihat rumit untuk dibaca. Seperti contohnya penamaan di facebook “S0ph1a Latjub4” atau mungkin nama pengguna di Instagram yang terkadang susah untuk dihafalkan “xwrqxryty12_”.
  • Stalker. Hal ini biasa terjadi untuk hal-hal yang memang individu tersebut mau dirinya menjadi anonymous, tetapi tetap bias melihat pergerakan orang lain yang sudah ditentukan. Mereka sengaja membuat dua akun untuk melihat akun orang lain tanpa individu tersebut mengetahui bahwa diri mereka sedang diawasi oleh seseorang yang bahkan mungkin teman dekat mereka sendiri.