kreativitas dan keberbakatan

Dominasi Bakat Remaja dalam Bidang Akademik dan Non Akademik

ANGGOTA          :

  1. DIAN EFFENDI NASUTION (12514977)
  2. GHINA NAIFAH BADZLINA (14514523)
  3. PATRICIA      (18514410)
  4. SHEILA RAHMI SYAFITRI (1A514209)

1PA07

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas berkah dan nikmatnya, kami masih bisa melaksanakan aktivitas-aktivitas pembelajaran.

Puji syukur juga kita panjatkan karena kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Semoga dengan tersusunnya makalah ini, menjadi pembelajaran bagi kita semua. Di samping itu kami juga menyadari bahwa kami adalah manusia yang tidak terlepas dari segala kekurangan maupun kesalahan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik ataupun saran para pembaca agar kami bisa lebih baik untuk ke depannya. Terima kasih

Depok, Agustus 2015

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………    i

Daftar Isi………..…………………………………………………………    ii

  1. BAB I PENDAHULUAN….…..……………………………… 1

1.1 Latar Belakang……………………………………………..    1

1.2 Rumusan Masalah…………………………………………     2

  1. BAB II PEMBAHASAN……………………………………… 3

2.1 Otak Kanan dan Otak Kiri…………………………………   4

2.2 Fungi Otak Kiri dan Otak Kanan…………………………..   5

2.3 Identitas Gender dan Peran Gender…………………………  6

2.4 Gender Similarities and Gender Differences……………….   7

  1. BAB III METODE PENELITIAN…………………………….. 9
  2. BAB IV HASIL PENELITIAN..………………………………. 10
  3. BAB V KESIMPULAN………………………………………… 12

Daftar Pustaka…………………………………………………………….   13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Menurut Merriam-Webster, minat adalah kecenderungan terhadap sesuatu. Bisa diartikan, minat adalah dorongan kuat dalam diri seseorang untuk melakukan segala sesuatu yang diinginkan. Minat menjadi salah satu faktor yang dapat mengarahkan bakat. Sedangkan bakat adalah anugrah atau talenta yang dimiliki seseorang. Sifat dasar, kepandaian, pembawaan yang muncul sejak lahir. Misalnya, bakat menyanyi, bakat kesenian, dan lain-lain.

Di era modern seperti ini, terutama di Indonesia, sudah banyak sekali hal-hal baru atau hobi baru yang banyak dilakukakn remaja. Remaja jaman sekarang melakukan banyak hal dengan bantuan sosial media dan teknologi canggih lainnya. Tapi tidak dipungkiri bahwa dalam berjalannya kehidupan, hobi pasti harus seiring dan sejalan dengan proses belajar. Maka dari itu kami akan membahas bakat para remaja pada bidang akademik (belajar) atau bidang non-akademik (hobi).

Para remaja memiliki minat dan bakatnya masing-masing dalam kedua hal tersebut. Ada yang lebih dominan dalam bidang akademis dan adapula yang dominan dalam bidang non-akademis. Mungkin dalam bidang akademis mereka mengikuti olimpiade atau kompetisi cerdas cermat. Lain halnya dengan non-akademis, mungkin mereka mengembangkan hobi mereka dalam tarian, nyanyian, dan lain sebagainya.

Hal ini dapat mengarah pada peran jenis juga. Kadang terdapat beberapa perbedaan dalam bakat antara pria dan wanita. Tetapi kami tidak membahas hal demikian terlalu dalam namun akan mengambil sedikit untuk dasar teori kami.

Banyak para orang tua yang menganggap akademis adalah hal yang sangat baik untuk anak, tetapi bakat-bakat lain harus tetap dikembangkan pula agar seimbang dalam menjalani kehidupan.

1.2 RUMUSAN MASALAH

  1. Apa bidang bakat (prestasi terbaik) yang banyak dimiliki remaja?
  2. Bagaimana peran gender di dalamnya?

BAB II

PEMBAHASAN

Otak manusia merupakan struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Otak kita dibagi menjadi dua bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri. Kedua struktur ini sangat kompleks, akan tetapi teori modern mengatakan bahwa masing-masing bagian ini berperan untuk berbagai macam jenis pemikiran. Sangat sulit untuk memisahkan struktur otak ini, akan tetapi percobaan telah menunjukkan bahwa satu sisi bagian otak memiliki jenis pemikiran tertentu yang lebih banyak dari pemikiran sisi bagian otak yang lain. Hal ini juga menunjukkan bahwa masing-masing dari kita lebih menyukai satu mode pemikiran dari pada yang lain.

Menurut teori dominasi otak kiri atau otak kanan, masing-masing sisi otak mengontrol berbagai jenis pemikiran yang berbeda. Sebagai tambahan, teori tersebut mengemukakan bahwa seseorang akan lebih dominan menggunakan satu bagian otak dibandingkan bagian yang lain. Misalnya, seseorang yang berotak kiri sering dikatakan lebih logis, analitis dan obyektif, sementara orang yang berotak kanana dikatakan lebih intuitif, bijaksana dan subyektif.

Penelitian dikemudian hari telah menunjukkan bahwa otak hampir tidak dikotomis seperti yang pernah diperkirakan. Sebagai contoh, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kemampuan dalam mata pelajaran seperti matematika sebenarnya lebih kuat ketika kedua bagian otak bekerja sama.

2.1 Otak Kanan dan Otak Kiri

Otak Kanan

Menurut teori dominasi otak kanan dan otak kiri, sisi kanan otak berfungsi terbaik jika digunakan pada tugas yang ekspresif dan keratif. Beberapa kemampuan yang populer terkait dengan sisi kanan otak meliputi mengenali wajah, mengekspresikan emosi, musik dan selera seni, membaca emosi, warna, gambar dan imajinasi, penyatuan, intuisi, kreativitas, subyektifitas, mengontrol tubuh bagian kanan, bentuk 3 dimensi.

Gambar 2.1 Perbedaan Otak Kiri dan Otak Kanan

http://tipssehatonline.web.id

Otak Kiri

Sisi kiri otak di anggap mahir dalam tugas yang melibatkan logika, bahasa dan berpikir analitis. Otak kiri sering digambarkan lebih baik dalam obyektifitas, bahasa, logika, berbicara, menulis, berpikir kritis, ketrampilan angka-angka, matematika/ketrampilan ilmiah, menganalisa, penalaran, mengontrol tubuh bagian kiri, pertimbangan.

Gambar 2.2 Tes Konflik Otak Kiri dan Otak Kanan

http://tipssehatonline.web.id

Menurut teori ini, otak kanan bertanggung jawab secara acak, intuitif, holistik, menyatukan dan pemikiran subyektif. Sementara otak kiri berperan untuk berfikir logika, skuensial, rasional, analitis dan obyektif. Kebanyakan individu memiliki preferensi berbeda dalam menggunakan salah satu gaya berfikir ini. Jadi seseorang mungkin lebih cenderung menggunakan otak kiri dan yang lain mungkin cenderung ke otak kanan. Didasarkan pada bagaimana mereka menggunakan otak kanan dan otak kiri untuk memecahkan masalah. Fungsi otak kanan dan otak kiri manusia pada prinsipnya merupakan satu kesatuan fungsi. Akan tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa, jika otak kiri sedang aktif, maka otak kanan akan lebih tenang, demikian pula seabaliknya. Otak kanan dan otak kiri juga sebenarnya bekerja saling mendukung, sebagaimana pentingnya fungsi memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Dengan demikian, tidak bisa dikatakan, otak kanan lebih bagus dari otak kiri ataupun sebaliknya. Walaupun pada sebagian orang terkadang lebih dominan untuk menggunakan area otak tertentu. Penggunaan dominasi area otak tertentu inilah yang kemungkinan membedakan minat dan bakat antar individu.

2.2 Fungsi Otak Kiri dan Otak Kanan

Perbedaan kedua fungsi otak ini akan membentuk sifat, karakteristik dan kemampuan yang berbeda pada setiap orang. Perbedaan teori fungsi otak kiri dan otak kanan ini telah populer sejak tahun 1960an, berdasarkan hasil penelitian Roger Sperry.

Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis, membaca, dan merupakan pusat matematika. Beberapa pakar mengatakan otak kiri menjadi pusat Intelligence Quotient (IQ).

Sedangkan otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi sesama manusia dan pengendalian emosi. Pada otak kanan terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.

Seseorang yang dominan dengan otak kiri biasanya akan:

  • memilih sesuatu yang berurutan,
  • belajar lebih baik dari bagian-bagian kemudian keseluruhan,
  • lebih memilih system membaca fonetik,
  • menyukai kata-kata symbol dan huruf,
  • lebih memilih membaca subyeknya lebih dulu,
  • mau berbagi informasi fakta yang berhubungan,
  • lebih memilih instruksi yang berurutan secara detail,
  • mengalami fokus internal lebih besar,
  • menginginkan struktur dan prediksi.

Seseorang yang dominan dengan otak kanan biasanya akan:

  • merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang acak,
  • paling baik belajar dari keseluruhan kemudian bagian-bagian,
  • lebih memilih system membaca seluruh bahasa,
  • menyukai gambar, grafik dan diagram,
  • lebih memilih melihat atau mengalami subyeknya lebih dulu,
  • mau berbagi informasi tentang hubungan antara segala sesuatu,
  • lebih memilih yang spontan, lingkungan belajar yang mengalir,
  • mengalami fokus eksternal yang lebih besar,
  • menginginkan pendekatan yang tak terbatas, baru & mengejutkan.

2.3 Identitas Gender dan Peran Gender

Identitas gender berkembang pada masa anak-anak awal. Segera setelah bayi lahir (dan terkadang baik sebelum lahir melalui USG) bayi yang baru lahir diidentifikasikan sebagai laki-laki ataupun perempuan berdasarkan alat kelaminnya.

Peran gender adalah perilaku dan karakteristik bahwa budaya mengharapkan laki-laki dan perempuan berdasarkan sex biologis mereka. Anggota budaya mengklasifikasikan perilaku sebagai apakah mereka laki-laki dan perempuan yang sesuai dan diharapkan. PerilakuFeminine diharapkan oleh kaum perempuan, dan masculine diharapkan oleh kaum laki-laki.

Pada awalnya pada pembelajaran tentang peran gender, masculinity and femininity dianggap sebagai kategori deskrit (kamu dianggap masculine atau feminine) yang sesuai persis dengan sex biologis seseorang. Melihat lebih baru, bagaimanapun, telah dipahami peran gender sebagai suatu rangkaian bertingkat, dengan orang-orang menampilkan berbagai tingkatan kedua maskulinitas dan feminitas (Bem, 1974; Spence & Helmreich, 1978). Disana ada dua alasan untuk perubahan ini tentang pemikiran peran gender. Pertama, maskulinity dan femininity tidak bertentangan satu sama lain tetapi, sebaliknya, keduanya dimensi terpisah. Dan kedua, baik laki-laki dan perempuan dapat menjadi maskulin dan feminim. Orang yang mempunyai karakteristik maskulin dan feminim disebut sebagai androgynous. Contohnya di United States hari ini, wanita atau pria yang sensitif kepada yang lainnya, pemelihara, dan ekspresif secara emosional (secara tradisional trait feminim) dan kuat, tidak tergantung, dan kompetitif (traits maskulin) akan dianggap sebagai androgynous.
2.4     Gender Similarities and Gender Differences

Apakah perbedaan psikologis antara pria dan wanita itu penting? Kebanyakan orang mengkhawatirkan informasi mengenai perbedaan jenis kelamin akan mendorong pandangansexist perempuan. Psikolog Alice Eagly (1995) dan Diane Halpern (2004) berpendapat bahwa pengetahuan itu penting, namun mereka menganjurkan penggunaan metode ilmiah dan standar-standar untuk memahami perbedaan antara perempuan dan laki-laki, selama kita mengingat bahwa “perbedaan” bukan berarti lebih “rendah”.

Tabel 2.1 Gender Differences in Cognitive Ability and Achievement

Laki-Laki Perempuan
Spasial dan Mekanik Kemampuan Bahasa
Matematika Ingatan verbal dan spasial
Sains Kecepatan persepsi
Komputer Kemampuan motoric
Studi Sosial Kemampuan membaca
Elektronik, Otomotif
Skill Berjualan

Secara keseluruhan, perempuan dan laki-laki memiliki lebih banyak kesamaan dari segi kemampuan kognitif dan prestasi akademik daripada perbedaan (lihat tabel 11.1). tidak terdapat perbedaan gender dalam inteligensi  dan prestasi pada pelajaran sekolah. Namun, terdapat beberapa bidang dimana perempuan lebih ungggul daripada laki-laki, ataupun sebaliknya, laki-laki lebih unggul dibandingkan perempuan. Rata-rata, perempuan memiliki performa lebih baik daripada laki-laki dibidang kemampuan bahasa, memori verbal, kecepatan persepsi, dan keterampilan motorik halus. Sedangkan laki-laki memiliki performa lebih baik daripada perempuan dibidang matematika, sains, dan ilmu sosial (Halpern, 2004; Stumpf & Stanley, 1998). Kebanyakan perbedaan gendernya cukup kecil, namun rata-rata laki-laki cenderung mendapatkan skor lebih tinggi pada tes spasial  dan penalaran mekanik, estimasi terhadap kecepatan perpindahan benda, dan ruang tiga dimensi. Perbedaan gender ini telah ditemukan pada kebanyakan budaya diseluruh dunia. (Halpern, 2004).

Tabel 2.2 Gender Differences in Emotion and Social Behavior

Laki-laki Perempuan
Kompetitif dan Dominan Simpatik
Asertif Sosiabel dan friendly
Lebih sering terlibat tindakan kriminal Dapat dipercaya dan terbuka
Tidak takut resiko Kerjasama
Self Esteem tinggi Dapat menyembunyikan perasaan mereka
Physical aggression Verbal aggression

Perbedaan gender pada sosial dan fungsi emosional cenderung lebih besar daripada perbedaan gender pada performa kognitif. (Bjorklund & Kipp, 199; Eagly & Wood, 199; Keenan & Shaw, 1997). Kebanyakan penelitian menyatakan bahwa wanita lebih mungkin daripada laki-laki untuk memelihara, menolong, terbuka, dipercaya, kooperatif, dan dapat menyembunyikan emosi mereka. Sedangkan laki-laki lebih mungkin untuk menjadi kompetitif, dominan, dan tegas (Eagly & others, 2004). Perempuan cenderung saling menyukai daripada laki-laki lakukan (Rudman & Goodwin, 2004), tetapiu laki-laki lebih mungkin untuk cemas, depresi, dan mempunyai self-esteem yang rendah.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Pengumpulan Data

Kami menumpulkan data dengan cara data primer, yaitu kami langsung menyebar kuesioner pada remaja putra maupun putri. Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden. Jawaban responden atas semua pertanyaan dalam kuesioner kemudian dicatat atau direkam. Tujuan penyebaran angket untuk mencari informasi yang lengkap dari suatu masalah dan responden tidak perlu khawatir karena identitasnya akan dirahasiakan.

Penulis menyebar kuesioner kepada remaja-remaja usia 15-19 tahun. Penulis membuat kuesioner dengan dua cara yaitu secara online dan print out. Remaja-remaja disuguhkan kuesioner yang lebih mirip angket ini. Hasilnyapun sudah kami peroleh, remaja diminta untuk mengisinya dengan jujur sesuai bakat mereka yang pernah mereka peroleh dalam bidang akademik atau non-akademik.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Untuk keseluruhan dari penelitian kami. Hasil dari semua responden dalam kepemilikan bakat mendapat hasil sebagai berikut. Tidak sedikit pula dari mereka yang belum mengetahui bakat prestasi mereka.

Gambar 4.1 Grafik Prestasi Akademik dan Non Akademik 
pada Usia Remaja (dalam jumlah orang)

Dari penelitian ditemukan perbedaan bakat (prestasi terbaik) yang dimiliki wanita dan pria. Dari kurang lebih 100 orang responden, kami mendapatkan hasil sebagai berikut.

Gambar 4.2 Grafik Remaja Putri (dalam jumlah orang)

BAB V

KESIMPULAN

Bakat (prestasi terbaik) yang dimiliki remaja yang kami teliti rata-rata dalam bidang non akademik baik itu laki-laki maupun perempuan. Itu berarti bahwa tidak selamanya kita hanya menilai bakat sesorang dari sisi akademiknya,bahwa seseorang yang akademiknya baik ialah orang yang pintar atau berbakat. Kita juga harus melihat dari sisi yang berbeda yaitu bidang non akademik. Karena sebagian dari mereka memiliki prestasi terbaik dalam bidang non akademik seperti olahraga,seni tari dan seni music.

Dalam hal ini peran gender juga ikut andil dalam bakat atau prestasi terbaik. Seperti contoh laki-laki lebih ke arah matematika,sains dsb. Sedangkan perempuan lebih kea rah bahasa,ingatan verbal dsb. Tapi ttidak bisa disama ratakan antara remaja laki-laki satu dengan lainnya,karena itu tergantung pribadi masing-masing begitupula dengan remaja perempuan.

DAFTAR PUSTAKA

Lahey, Benjamin B. 2005. Psychology An Introduction 9th edition. New York : McGraw-Hill

http://cara-tes-iq.blogspot.com/2015/02/otak-manusia-otak-kiri-dan-otak-kanan.html

http://tipssehatonline.web.id/perbedaan-cara-berfikir-otak-kiri-dan-otak-kanan/

http://12104mafp.blogspot.com/2013/06/gender-dalam-psikologi_3835.html

carakhasiatmanfaat.com

info-kes.com

Iklan

Satu respons untuk “kreativitas dan keberbakatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s