Manusia dan Kegelisahan

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

  1. KEGELISAHAN DAN SUMBER-SUMBERNYA

Pada prinsinya manusia merupakan makhluk yang diarahkan oleh motivasi dan cita-citanya. Hampir semua tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai usaha untuk memuaskan hasrat biologis mereka. Tetapi tujuan itu sering sulit atau bahkan kemungkinan kecil untuk dicapai. Kegelisahan disini diartikan suatu kondisi dimana orang menghadapi halangan atau rintangan dalam mengatasi rintangan tersebut. Pada hakekatnya kegelisahan menunjuk pada motivasi yang terhalang dan dalam keadaan tak terpuaskan.

Banyak orang berpikir bahwa kegelisahan merupakan keadaan yang tak ‘diinginkan’. Tetapi para ahli jiwa berpikir bahwa kegelisahan merupakan kondisi hidup manusia,atau sebagai ‘kawan akrab’ yang memberi stimulus kepada tingkah laku manusia. Kegelisahan yang tak terhindarkan disebabkan oleh kompleksitas manusia,lingkungan dimana ia tinggal,dan keterbataan fisik dan jiwanya.

  1. MAKNA KEGELISAHAN

Kegelisahan berasal dari kata gelisah. Gelisah artinya rasa tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir,tidak dapat tenang(tidurnya),tidak sabar lagi(menanti),cemas dan sebagainya. Kegelisahan artinya perasaan gelisah,khawatir,cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut.

Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Kegelisahan ini, apabila cukup lama hinggap pada manusia,akan menyebabkan suatu gangguan penyakit. Kegelisahan (anxiety) yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.

Tragedi dunia modern tidak sedikit dapat menyebabkan kegelisahan. Hal ini mungkin akibat kebutuhan hidup yang meningkat,rasa individualistis dan egoisme,persaingan dalam hidup,kadaan yang tidak stabil,dan seterusnya. Kegelisahan dalam konteks budaya dapatlah dikatakan sebagai akibat adanya instink manusia untuk berbudaya,yaitu sebagai upaya mencari “kesempurnaan”. Atau dari segi batin manusia,gelisah sebagai akibat noda dosa pada hati manusia. Dan tidak jarang akibat kegelisahan seseorang,sekaligus membuat orang lain menjadi korbannya.

Alasan mendasar  mengapa manusia gelisah ialah karena manusia memiliki hati dan perasaan. Bentuk kegelisahannya berupa keterasingan,kesepian,dan ketidakpastian. Perasaan-perasaan semacam ini silih berganti dengan kebahagiaan,kegembiraan dalam kehidupan manusia perasaan seseorang yang sedang gelisah,ialah hatinya tidak tentram,merasa khawatir,cemas,takut,jijik,dan sebagainya.

Sumber :

  • Mochtar Hadi,Ilmu Budaya Dasar,UNS,Surakarta,1986
  • Jujun S. Suriasumantri,Ilmu Dalam Perspektif,Yayasan Obor Indonesia dan Leknas-LIPI,Gramedia,Jakarta,1981
  • Joko Tri Prasetya,dkk,Ilmu Budaya Dasar,Rineka Cipta,Jakarta,2013
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s